Mengukir Kerinduan di Penghujung Tahun, Memperingati Haul Akbar ke 21 Guru Sekumpul 2025

Wargapos - Martapura, Kalimantan Selatan, kembali bersiap menjadi lautan manusia di pengujung tahun 2025. Setelah sukses menggelar peringatan haul yang ke-20 di awal tahun, kota ini akan kembali menjadi saksi bisu dari luapan kerinduan jutaan jemaah terhadap sosok ulama kharismatik, Al-Alimul Allamah Al-Arif Billah Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani Al-Banjari, atau yang lebih akrab disapa Abah Guru Sekumpul.

Tahun 2025 menjadi tahun istimewa karena kalender Hijriah dan Masehi bertemu pada titik di mana peringatan Haul yang secara tradisi selalu diadakan pada tanggal 5 Rajab dapat terjadi dua kali dalam satu tahun Masehi. Setelah peringatan yang dipadati jutaan jemaah pada Januari 2025, Haul Akbar berikutnya yang diperkirakan jatuh pada bulan Desember 2025 akan menjadi penutup tahun yang penuh berkah dan spiritualitas.

Kapan Haul Ke – 21 Guru Sekumpul

Fenomena Haul yang berlangsung dua kali dalam setahun Masehi adalah momen langka. Hal ini disebabkan pergeseran kalender Hijriah yang berbasis pada peredaran bulan. Haul Desember 2025, yang kemungkinan merupakan Haul ke-21 atau versi kedua dari peringatan di tahun tersebut, memberikan kesempatan emas bagi jemaah yang tidak sempat hadir di Januari untuk melunasi kerinduan mereka.

Lebih dari sekadar ritual tahunan, Haul Guru Sekumpul adalah manifestasi nyata dari mahabbah (cinta) umat kepada pewaris Nabi Muhammad SAW. Guru Sekumpul diyakini oleh jutaan pengikutnya sebagai seorang waliyullah yang meninggalkan warisan ilmu, kesederhanaan, dan keteladanan akhlak. Peringatan ini bukan hanya mengenang wafatnya beliau, melainkan juga meneladani perjalanan spiritual dan pengajaran beliau yang mendalam, terutama tentang pentingnya zikir, salawat, dan sikap tawadhu (rendah hati).

Haul Abah Guru Sekumpul adalah tradisi tahunan untuk mengenang dan meneladani sosok ulama kharismatik yang wafat pada 10 Agustus 2005 (bertepatan dengan 5 Rajab 1426 H). Peringatan ini selalu berpegang teguh pada kalender Hijriah, yakni setiap tanggal 5 Rajab.

Perbedaan perhitungan antara kalender Hijriah (berdasarkan peredaran bulan) dan Masehi (berdasarkan peredaran matahari) menyebabkan tanggal Hijriah maju sekitar 10 hingga 11 hari setiap tahun Masehi. Fenomena langka ini mengakibatkan tanggal 5 Rajab hadir dua kali di tahun 2025 Masehi:

  • 5 Rajab 1446 H (Haul ke-20): Jatuh pada 5 Januari 2025.
  • 5 Rajab 1447 H (Haul ke-21): Diperkirakan jatuh pada 25 Desember 2025.

Dengan demikian, Haul ke-21 yang diselenggarakan pada akhir tahun 2025 akan menutup tahun Masehi dengan syiar Islam yang megah.

Tradisi Gotong Royong dan Solidaritas Sosial dalam peringatan Haul Akbar Guru Sekumpul

Haul Guru Sekumpul tidak hanya tentang ritual keagamaan di Musala Ar-Raudhah, Sekumpul, Martapura. Lebih dari itu, haul adalah simbol dari solidaritas sosial dan semangat berbagi yang diwariskan oleh Abah Guru Sekumpul. Tradisi ini telah menumbuhkan budaya gotong royong luar biasa di kalangan masyarakat Kalimantan Selatan.

Berbulan-bulan sebelum acara puncak, persiapan sudah terlihat di seluruh Kabupaten Banjar. Warga dan relawan berbondong-bondong menyiapkan fasilitas:

Posko Singgah dan Logistik: Ribuan posko didirikan oleh warga secara mandiri untuk menyediakan tempat istirahat, air bersih, serta makanan dan minuman gratis bagi jutaan jemaah.

Akses dan Parkir: Pemerintah daerah dan relawan berkoordinasi mengatur lalu lintas, menyiapkan kantong parkir, hingga menggratiskan layanan bus angkutan jemaah. Bahkan, sebagian sekolah diliburkan untuk menghindari kemacetan dan memanfaatkan fasilitasnya.

Dukungan Bahan Baku: Tak jarang, masyarakat di desa-desa sekitar, seperti di Tapin, secara sukarela menanam padi khusus yang hasilnya dipersembahkan untuk konsumsi jemaah haul, sebuah bentuk amal jariyah yang tulus. Menjelang Haul Desember 2025, pengiriman bahan baku seperti kayu bakar dan bambu dari berbagai daerah sudah mulai dilakukan, menunjukkan antusiasme yang tinggi.

Peristiwa ini telah menjadi magnet ekonomi mikro. Ribuan pedagang kecil dan UMKM di sekitar Martapura dan Banjarbaru ikut merasakan dampak positifnya. Bahkan, dampak Haul ke-21 di bulan Desember 2025 sudah mulai terasa dengan pesatnya pemesanan kamar hotel di Banjarmasin, Banjarbaru, dan Martapura.

Menutup Tahun dengan Spiritualitas

Haul Guru Sekumpul Desember 2025 bukan hanya penutup tahun, melainkan juga puncak spiritualitas yang menyegarkan iman umat. Ia mengingatkan kembali tentang pentingnya menjalani hidup dengan akhlak mulia, mencintai ulama, dan mencontoh kesalehan para pendahulu.

Melalui lantunan salawat, zikir, dan doa yang menggema, Martapura di akhir tahun akan mengirimkan gelombang energi positif ke seluruh Nusantara, sebuah pesan damai dan persatuan yang abadi, diwariskan oleh seorang ulama besar dari Banjar yang telah mendiami singgasana hati jutaan umat Islam. (Prb)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama